Kustom kulture di Indonesia

Gelora kustom kulture di Indonesia

Gelora kustom kulture di Indonesia
from autoweek.com

Kustom kulture seolah telah menjadi budaya yang mainstream di Indonesia saat ini, berbagai macam faktor mendorongnya berkembang sangat pesat dari budaya alternatif menjadi arus utama. Hal yang sebelumnya terlihat dan terdengar tabu, kini justru menjadi bahasa baru seperti sub-kulture lainnya.

Jika berkaca pada sejarahnya, budaya tersebut lahir di California Amerika serikat (AS) ditengah – tengah anak muda yang sedang mencari jati diri dan sebagai media ekspresi. Munculnya karakter Rat fink yang digambarkan Ed “Big daddy” Roth sebagai anti hero dari Mickey mouse buatan Walt disney, ketika Mickey terlihat begitu lucu dan menggemaskan, Rat fink memiliki perut yang besar, mulut lebar, gigi tajam dan selalu mengendarai mobil atau motor berbentuk aneh.

Baca juga : Barong dan Rangda Manifestasi Jati diri

Selain dengan Rat fink nya, Roth juga dikenal banyak menciptakan karakter unik lainnya dan menjualnya di pameran otomotif. Ia juga banyak menginspirasi kedinamisan berbagai macam aliran seni, dari gaya berpakaian hingga gaya rambut dan munculnya gelombang modifikasi kendaraan serta gaya berkendara yang lalu dikenal sebagai kustom kulture.

Keberadaan Roth tidak bisa dilepaskan dari pengaruh tokoh lainnya saat itu seperti vondutch (Kenny Howard), Lyle Fisk, Dean jeffries, dan Barris bersaudara (Sam & George). Bersama kawan remaja California lainnya yang gemar dengan hotrod.

Bagaimana dengan Kustom kulture di Indonesia ?

Sejarah kustom kulture di Indonesia
Cover majalah aktuil

Aroma kustom kulture di Indonesia sudah terendus dengan munculnya sebuah pose pada sampul majalah Aktuil yang menampilkan sosok Alm. Gito Rollies di atas Yamaha XS 650 bergaya chopper. Lalu, menurut salah satu aktor skena kustom lokal, Wira Bakti menyebutkan, Kustom kulture di Indonesia salah satu yang paling maju di Asia tenggara.

Berdasarkan hasil observasi Wira di tahun 80an aliran tersebut belum begitu dikenal disini, orang – orang lebih banyak bermain di ranah restorasi, baru awal periode 90an aliran custom mulai meracuni. Mulai muncul para pehobi otomotif meng-custom kendaraan nya dengan berbagai gaya dari mulai idealisme masing – masing atau berdasarkan referensi yang didapat dari majalah otomotif terbitan luar yang sulit didapat saat itu.

Berikutnya muncul berbagai macam klub motor yang beranggotakan pecinta motor custom atau klasik orisinilan, salah satunya seperti Bikers Brotherhood MC, MMC outsiders, Streetdemon, Ownrules, Flying dutchman dll. Selain oleh klub motor, seiring berkembangnya waktu juga bermunculan nya tongkrongan – tongkrongan non klub yang biasa disebut kolektif, salah satunya seperti Sekepal Aspal, Swengskoy, Motokulto, Jumatblarrr, Tolak engine, Jokidarat dll.

Aroma Kustom kulture pun semakin semarak dengan hadirnya berbagai acara yang mewadahi di isi oleh para seniman kustom dan builder handal, juga brand – brand apparel tanah air, sebut saja BBQ Ride di Bandung, Sekepal Aspal Indonesia MotoArt Exhibition, Parjo dan Suryanation motorland di Jakarta, dan Kustomfest di Yogyakarta,

Dari berbagai macam warna yang hadir, satu benang merah yang dapat disimpulkan adalah movement para penggiat kustom lokal semakin bersemangat dan bersatu bahkan hingga mampu hidup serta menghidupi.

Opini

Menurut Opini dangkal Retroom, saat ini Kustom kulture telah melebur lebih luas dari sekedar memodifikasi kendaraan, gaya berkendara, ataupun gaya berpakaian. Tapi tentang semangat mengekspresikan diri dengan cara – cara yang berbeda namun tetap dalam movement yang sama.

Warna – warni Kustom kulture

BBQ ride Bandung
BBQ ride 2018
BBQ ride Bandung
Gurame edan at BBQ Ride 2018
SAIME 2019
SAIME 2019
Parjo 2019
Parjo 2019
Motor 90s run streetdemon
Photo by diorama production

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo bro ada yang bisa kami banting?